Jumat, 30 Oktober 2020

Mengapa Anda Harus Rutin Memeriksa dan Membayar Pajak Kendaraan?

Baru mendapatkan kendaraan idaman dari promo mobil Mitsubishi? Selamat! Selain harga yang lebih terjangkau, mobil yang dibeli dari promo biasanya menawarkan berbagai bonus menarik yang tak kalah bermanfaat. Namun demikian, jangan sampai rasa senang membuat Anda melupakan sejumlah tanggung jawab baru yang harus Anda emban sebagai pemilik kendaraan. Salah satunya adalah kewajiban membayar pajak kendaraan bermotor. Ada sejumlah alasan yang membuat kewajiban ini harus dipenuhi dan selalu dicek oleh Anda selaku pemilik mobil, antara lain:



·      Mencegah biaya denda yang besar

 

    Mengecek pajak bulanan akan mencegah Anda dari denda yang cukup besar. Denda yang akan dikenakan kalau Anda telat bayar umumnya sebesar 25% dari nilai PKB (pajak kendaraan bermotor) dan pajak STNK. Kemudian, ada tambahan denda sebesar 2% kalau Anda menunda pembayar. Sengaja menghindar? Denda maksimal yang dikenakan akan lebih besar, yakni sampai 48%! Jumlah denda juga berbeda mengikuti kebijakan masing-masing daerah.

 

·     Menghindari biaya tilang kendaraan

 

   Tilang kendaraan yang dilakukan pihak kepolisian biasanya mencakup pemeriksaan STNK. STNK yang dinyatakan mati menandakan bahwa pemilik kendaraan belum membayar pajak yang sudah ditentukan. Anda yang tidak sempat memperpanjang atau memperbarui STNK dan kena tilang pun mau tak mau harus berurusan dengan hukum. Maka dari itu, jangan malas untuk memeriksa dan membayar pajak kendaraan Anda.

 

·      Meringankan pembayaran pajak

 

    Ada dua jenis kendaraan yang wajib Anda bayar, yakni pajak STNK (per tahun) dan pajak BPKB (per lima tahun sekali). Ketika melihat total pajak BPKB, Anda mungkin akan terkejut melihat nominalnya yang besar. Namun kalau diangsur secara berkala, Anda secara tak langsung akan meringankan pembayarannya. Jadi pastikan untuk memeriksa pajak secara berkala supaya tak ketinggalan bayar, baik untuk pajak STNK dan BPKB.

 

·     Menjauhkan risiko mobil ‘dikandangkan’

 

   Selain kena tilang, risiko lain dari absen bayar pajak selama tiga tahun atau lebih adalah peluang kendaraan ‘dikandangkan’ pihak kepolisian. Selain itu, Anda juga diwajibkan bayar denda sebesar Rp500.000. Jumlahnya akan terus bertambah apabila Anda mendiamkannya. Untuk seminggu saja dendanya bisa mencapai Rp3.500.000. Daripada harus dapat peringatan dan denda besar, lebih baik bayar pajak secara teratur, bukan?

 

·      Membantu pemasukan pemerintah

 

    Alasan terakhir yang membuat bayar pajak kendaraan bermanfaat adalah membantu pemerintah mengelola kas sebagai salah satu pemasukan. Jika setiap pemilik kendaraan teratur menyetor pajak, secara tak langsung Anda akan membantu pemerintah membangun infrastruktur dan fasilitas-fasilitas lain yang nantinya Anda gunakan juga. Termasuk jalan raya yang akan membantu Anda dalam mengakses berbagai tempat di Indonesia.


Semoga setelah membaca informasi ini Anda akan lebih rajin memeriksa pajak kendaraan sekaligus membayarnya tepat waktu. Dengan begitu, Anda pun bakal terhindar dari masalah yang melibatkan denda yang besar.
 

Tidak ada komentar:
Write komentar