Selasa, 02 Juni 2020

Berapa Biaya Marketing yang Tepat?

Baru belakangan ini saya merubah sudut pandang saya tentang marketing, dulu saya menganggap marketing itu adalah variable cost, sekarang saya mulai berpikir menganggap bahwa biaya marketing itu adalah fix cost!

ilustrasi biaya marketing
ilustrasi biaya marketing


Variable cost yang dimaksud adalah me-rasio-kan biaya marketing dengan omset. Selama 4 tahun ke belakang, secara data, bisnis saya itu menghabiskan dana 10% dari omset. Angka ini terus saya pakai sebagai perencanaan, sebagai contoh jika target omset saya bulan depan adalah 200jt, berarti saya mengalokasikan dana 20jt untuk marketing. Atau jika target omset saya bulan depan adalah 50jt, berarti saya mengalokasikan dana 5jt untuk marketing. Ternyata pola rencana seperti ini salah! (setidaknya menurut saya)

Jika kita ikuti terus bahwa marketing adalah suatu presentasi dari omset, maka bisnis kita tidak akan berkembang! omset gede biaya marketing gede, berarti jika dibalik marketing kecil, omset juga kecil! atau lebih ekstrim lagi, tidak ada marketing apakah tidak ada omset? jika premis ini yang dipakai berarti suatu bisnis itu tidak berkembang, tidak growth.

Oleh karena pola pikir saya yang baru itu, maka saya akan meng-orientasi-kan bahwa marketing itu adalah FIX COST, alias akan saya tetapkan budget maksimalnya setiap bulan. Mau berapapun target omsetnya, biaya marketingnya harus fix! dengan ini kita harus pintar dan optimal menggunakan budget marketing yang ada untuk menghasilkan omset, dan yang lebih penting adalah bagaimana caranya agar biaya marketing menghasilkan WORD OF MOUTH (mulut ke mulut) yang efektif, sehingga hasil yang didapat akan sangat besar.

Pada hakekatnya menrubah marketing menjadi fix cost adalah masalah efisiensi cost per acquisition. Misalkan jika dulu saya beranggapan untuk mendapatkan 1 customer itu membutuhkan biaya 50rb rupiah, sekarang saya berpikir gimana supaya mendapatkan 1 customer yang MAU MEREKOMENDASIKAN produk saya dengan biaya yang sama. Dengan harapan, teman, keluarga si customer itu merekomendasikan ke orang lain, katakanlah 2 orang, maka cost per acquisition saya akan turun menjadi 50rb/3 = ±17rb rupiah. murah kan!

baca juga: https://www.garoblogz.com/2020/03/perbedaan-facebook-ads-dan-google-ads.html

Tidak ada komentar:
Write komentar