Jumat, 01 Mei 2020

Tipe Model Bisnis Online

Business model atau model bisnis ini penting sekali untuk anda ketahui, khususnya yang mau berbisnis online. Karena istilah ini sering sekali disingkat, dan kalau anda ga ngerti jadinya "kikuk". Dan pentingnya lagi di sini saya mau ngaish tau kelebihan dan kekurangan bisnis model yang saya tau.

model bisnis online
model bisnis online


Sebenernya ada banyak model bisnis, teorinya banyak, berikut ini versi yang saya tau:

Business to Business (B2B)

Ini artinya suatu bisnis yang menjual barang atau jasanya ke bisnis lain. Toko grosir adalah contoh simple nya, walaupun sebenarnya di toko grosir itu kadang yang beli ibu2 rumah tangga, tapi toko grosir peruntukan sebenarnya adalah untuk jualan ke toko kecil, untuk dijual ke ibu ibu rumah tangga.

Kalau contoh yang sudah sangat terkenal adalah Unilever, Indofood, P&G. Meskipun produk mereka sangat dekat dengan kita, merkea itu aslinya B2B. Pernahkah anda datang ke gerai Indofood? gerai Unilever? Mereka B2B dan bekerja sama dengan retailer yang B2C seperti Alfamart dan Indomaret.

Kelemahan model bisnis ini adalah pasarnya yang terbatas, dan harus ada pembinaan kepada agen/retailer. Kenapa pasar terbatas? tidak semua orang bisa buka Alfamart kan?
kenapa harus ada pembinaan kepada agen? agen adalah ujung tombak model bisnis ini, jadi kalau agen salah menyampai informasi produk, bisa fatal terhadap nama baik perusahaan.

Oya contoh lain B2B yang marak di Masyarakat adalah keagenan baju muslim, keagenan jilbab, keagenan Tupperware, dst dst.

Business to Customer (B2C)

Jujur ini adalah bisnis yang saya suka. Jadi model bisnis adalah langsung direct ke customer. Menjual barang atau jasa langsung ke pemakai. Bisnis saya Bajuyuli & Muslimore menganut sistem bisnis ini, kami delivery produk kami langsung ke pelanggan. Umumnya tidak ada yang menjual kembali produk kami.

Menurut saya model bisnis ini lebih baik daripada B2B, khususnya untuk jualan baju muslim jaman sekarang. karena jika B2B kita harus membina agen agen kita, dan agen memasarkan (marketing) barang kita ke pelanggan. Jaman sekarang akses iklan sudah sangat mudah, kita bisa berjualan di Marketplace seperti Shopee Lazada Tokopedia, kita sudah bisa beriklan dengan budget minim di Google Facebook Instagram, bertebarannya influencer di instagram, dan masih banyak lagi.

Biaya marketing sekarang semakin murah, jauh lebih murah dibandingkan biaya membina keagenan.

Tapi yang paling utama kenapa B2C lebih baik daripada B2B (menurut saya) adalah harganya yang jujur. Karena "supply chain" atau rantai distribusi lebih ringkas B2C ketimbang B2B.

Sebagai contoh untuk produk yang sama dan dijual secara B2C harga dari produsen adalah 100rb rupiah, maka harga yang dibeli oleh pelanggan adalah 100rb juga.

Sedangkan B2B, jika harga dari produsen adalah 100rb rupiah, ga mungkin kan agen ga dapet untung? maka si Agen akan menjual dengan harga tarolah 120rb rupiah, pelanggan berbelanja lebih mahal ketimbang B2C.

Customer to Customer (C2B)

Ini contohnya adalah kalau anda jualan barang bekas anda di OLX atau ke teman anda. Sebenarnya anda tidak ada niatan bisnis berkepanjangan, tapi karena alasan tertentu anda harus menjual barang tersebut. Ini sudah umum di masyarakat, bahasa kerennya C2C (bacanya: situsi)

Tidak ada komentar:
Write komentar