Selasa, 19 Mei 2020

Tidak Punya Hutang Penyelamat Bisnis Saya

Alhamdulillah sejauh saya berbisnis saya tidak pernah berhutang ke pihak ke-3, apalagi ke bank. Alasannya banyak faktor, yang paling utama adalah soal syariat Islam.

Saya ulas sedikit soal hutang menurut syariat Islam, anda bisa Googling lebih lanjut. Kalau meminjam uang dari bank ribawi/konvensional ini jelas haram ya, ga diragukan. Kalau ke bank syariah? wallahualam, menurut saya ini tidak haram, karena bank Syariah itu diawasi negara (umaro). Jikapun menurut Allah bank Syariah itu haram, dosanya akan ditanggung oleh negara atau dewan syariah MUI kok. jd tenang aja.

Meski demikian ada dalil yang mengatakan bahwa orang berhutang itu kalau berbicara dia bohong, kalau berjanji dia ingkar. Alias orang berhutang itu diidentikan dengan orang munafik. Wallahualam ini shahih atau tidak. Cuman apakah anda pernah menemukan teman atau kerabat kalau ada hutang banyak bohongnya? saya tidak mau bisnis saya seperti itu.

OK balik lagi ke judul. Kenapa ga punya hutang ini penyelamat bisnis saya, khususnya di masa pandemik Covid-19 ini? pertamama tentu karena kami ditolong oleh Allah, alhamdulillah ya Allah....

Dan yang paling utama, adalah karena kami tidak punya kewajiban yang perlu dibayar selain gaji karyawan! dan bersyukur sekali penjualan Bajuyuli & Syarday di masa pandemik ini ga merosot tajam, jadi masih berdetak lah nyawanya, dan dari profit itu alhamdullah cukup untuk menggaji karyawan, dan alhamdulillah juga tercapai untuk bayar THR karyawan.

Dengan tidak ada hutang ini, saya menjalankan bisnis dengan tenang dan nyaman. Target tidak terlalu tinggi, karena yang penting kan bertahan. dan apa itu bertahan? bisa bayar kewajiban. dan kewajiban kami hanya gaji karyawan. Porsi gaji sendiri kalau di bisnis saya adalah sekitar 15% dari omset, jadi bisa dibilang relatif kecil.

Jadi kesimpulannya, yuk cobain bisnis tanpa hutang.

Baca lebih lanjut:



Tidak ada komentar:
Write komentar