Senin, 11 Mei 2020

Haruskah jadi CEO terkenal?

Baru saja saya selesai baca buku Good to Great - Jim Collins, review buku ini menyusul di postingan besok (insya Allah). Ada fakta menarik yang disebutkan di buku ini, bahwa perusahaan yang bisa scaling up sampai 10x itu CEO nya ga banyak "gaya", ga banyak jadi motivator, ga banyak muncul di TV, ga banyak bikin autobiografi, apalagi terjun politik.

mari kita berandai andai...

Andrew Darwis - ex CEO and founder Kaskus

Dulu saya adalah kaskuser sejati dan fans berat kaskus, saya ingat betul ketika Andrew Darwis mulai show-up jadi pembicara dimana mana, trus serius self-branding, dalam waktu singkat, Kaskus hancur lebur! apakah ada korelasi secara langsung? apakah karena si Andrew Darwis jadi ga bisa fokus ngurus Kaskus? atau karena udah tau ada tanda tanda Kaskus hancur makannya self-branding, sehingga Kaskus bisa dijual dengan tinggi?

Kaskus hancur lebur, Andrew Darwis mundur dari CEO, Kaskus diakuisisi oleh Djarum. Dan sekarang Kaskus hanya forum biasa yang jarang didenger, dan jarang muncul di search engine! kalau dulu searching review, searching jual beli, Kaskus sering muncul, sekarang tidak.

Lee Iacocca - ex CEO Chrysler

Dari buku yang saya baca, Lee Iacocca ini berprestasi sekali mengangkat Chrysler di Amerika. Saking berprestasinya, dia jadi pembicaraan panas seluruh DUNIA! Karena itu dia sering ngisi ngisi acara TV, motivator bisnis, dan bikin buku! dan sekarang Chrysler malah ketinggalan jauh dari kompetitornya (Toyota, GM, Tesla). apakah dia ga fokus ngebuat perusahaan jadi everlast?

Achmad Zaky - ex CEO and founder Bukalapak

baca dulu: Siapa Marketplace yang akan Menang?
Beberapa waktu lalu mas Zaky ini sempet rame di media, mulai dari pengangkatan akademis dari kampusnya dulu (ITB) sampai kasus Uninstall Bukalapak. Eh beberapa waktu kemudian belaiu turun dari CEO Bukalapak, dan buat venture capital https://init-6.fund/

Ada apa dengan mas Zaky? apakah penggantian dia jadi CEO penurunan Bukalapak? apakah ada masalah internal? wallhualam. Yang jelas saya sebagai seller, makin ke sini makin tidak nyaman berjualan di Bukalapak. Dimana Marketplace lain ngasih fitur2 yang memudahkan, Bukalapak gitu gitu aja..

==

Jujur aja saya bisnis pengen juga jadi terkenal karen prestasi saya, tapi setelah melihat fakta di atas, saya jadi berpikir ulang. Apakah perlu terkenal? apakah perlu jadi pembicaraan orang? rasa rasanya kalau pengen bikin perusahaan yang everlast (lestari) ini tidak perlu

wallahualam

Sekian cocoklogi ini. hehe

Tidak ada komentar:
Write komentar