Senin, 23 Maret 2020

Indahnya Berbisnis Dengan Istri

Saya bisnis udah 10 tahun lebih, baru full-time bisnis (resign dari pegawai) itu baru 5tahunan lah. Dan yang paling saya syukuri adalah partner bisnis saya itu adalah istri saya. Bahasa keren-nya kami adalah couplepreneur.. Blog istri saya: haratulisanah.com

Pasangan berbisnis (Ghani Rozaqi dan Yulianti Haratulisanah)
Pasangan berbisnis (Ghani Rozaqi dan Yulianti Haratulisanah)


Banyak yang bilang kan kalau bisnis itu salah satu kunci utamanya adalah partner. Beberapa kali saya berpartner dengan teman kuliah, ga pernah panjang.. Yang saya alami berbisnis dengan istri itu adalah partner yang sangat sangat luar biasa, berikut alasannya:

Bisa diskusi kapan saja

Sebenernya kalau bukan dengan istri juga bisa diskusi kapan saja sih, misal dengan teman kuliah juga bisa saja kita diskusi kapan saja untuk berbisnis, tapi itu kan melalui WA! atau melalui platform chat yang lainnya.. Jujur saja saya dan istri diskusi semuanya (bukan hanya soal bisnis) dari kami bangun tidur sampai kami tidur lagi, dan ini tatap muka! galat informasi jelas jauh lebih kecil daripada melalui WA, emosi tersampaikan dengan efektif, dan masih banyak lagi.

Bahkan jujur saja, saya lebih sering melihat istri saya sebagai partner bisnis, bukan pasangan hidup lawan jenis. hehe.

Sungguh enak sekali bisa diskusi bisnis kapan saja, keputusan yang diambil bisa super duper cepat!

Saling mengerti

Udah jadi suami istri, pasti sudah tau luar dalam pasangan masing2. Sesering seringnya berantem suatu pasangan, pasti diantara keduanya saling memahami kekurangan dan kelebihan masing masing. Inilah yang tidak akan anda dapatkan jika anda berpartner bisnis dengan teman anda. Karena sekenal-kenalnya teman anda, tidak akan tahu seluk beluk pribadi anda sampai yang tedalam kan?

Saya dan istri sudah saling memahami kesukaan dan ke-tidak-sukaan masing masing. Sehingga kami tau porsi masing2 dalam bisnis. Berantem gmn? ooo ini jangan tanya, mungkin kami lebih sering brantem daripada pasangan lain. Tapi itu semua kami jalani dengan ikhlas dan membuat kami sangat tertantang, karena kami harus menghidup keluarga kecil kami + karyawan kami.

Tidak mungkin pecah kongsi

Kalau bisnis yang kami jalani bangkrut apakah hubungan suami istri kami akan cerai? saya rasa kemungkinannya kecil. Karena keputusan menikah kan di awal tentu sampai maut memisahkan.

Jika anda berpartner dengan teman/sahabat, jika ada ketidakcocokkan, kan tinggal saling pisah aja, pilih jalan masing2. nah kalau dengan istri/suami, ini nyaris tidak mungkin.

Jadi balik lagi, jika bisnis yang kami bangun ini bangkrut, tapi partnership kami (insya Allah) akan terus berlanjut. Maka ya tinggal bangun lagi bisnis baru, tantangan baru, "berantem-berantem" yang baru, dan lain ssebagainya.

Jike berbisnis dengan istri, maka anda tidak akan pusing mencari partner yang cocok. Karena partnernya sudah ada! tinggal mau ke arah mana partnership tersebut.

24 jam bersama anak

Ini yang paling saya syukuri selama berbisnis dengan istri. Tidak semua orang bisa mengalami 24 jam terus menerus bersama anak. Apalagi fenomena zaman now, banyak sekali orang tua yang hanya ketemu anaknya beberapa jam saja. Selebihnya si anak dititipkan di daycare, atau di neneknya, atau di sodaranya, dan lain sebagainya.

Saat ini kami dikaruniai 2 keturunan yang menggemaskan, dan ini selalu kami bawa ke kantor! Jadi sangat sangat jarang sekali 2 anak kami tidak terawasi langsung oleh kami. Sungguh sangat bahagia melihat anak kami tumbuh kembang langsung di hadapan mata kami. Belajar jalan, belajar bicara, nangis nangis, ngambek ngambek.. wahh masya Allah indahnya.

Tapi ada sedikit negatifnya sih kalau kedua anak kami di bawa ke kantor, merkea mengganggu karyawan kami bekerja! hehe. Bahkan karyawna kami sempat ada yang mengkritik soal ini, katanya anak kami berisik kalau di kantor. Nah balik lagi ke tujuan saya dan istri berbisnis, tentu saya lebih baik karyawan itu pergi daripada saya tidak bisa membawa anak saya ke kantor. hehe.

==

Ya itu sekian saja sharing saya soal berbisnis dengan istri, bagi yang belum menikah saran saya carilah pasangan yang mau berbisnis. Bagi yang sudah menikah, coba pikirkan untuk menjadi partner bisnis, percayalah ini SANGAT BERAT, tapi indah kok...

Tidak ada komentar:
Write komentar