Minggu, 02 Februari 2020

Karyawan Tidak Mau Nurut

sering sekali saya mengalami karyawan tidak nurut dengan instruksi yg diberikan. Selama ini hal minor dan tidak terlalu merugikan perusahaan sih biasanya saya pura2 ga tau, tapi kalau udah parah biasanya langsung saya tegur.

karyawan tukang bangunan
ilustrasi: karyawan

Ini beberapa alasan dan analisa saya kenapa karyawan ga nurut sama boss atau atasan.

1. instruksi kurang jelas

kadang karyawan itu bukannya ga mau mengikuti instruksi atasan, tapi mereka ga mengerti betul2 apa instruksi atasan.

padahal saat briefing, ngomongnya iya iya, tapi ternyata ga ngerti. Jadi memang orang itu serignnya ga ngerti kalau dirinya itu ga ngerti. Atau ga faham kalau dirinya itu ga faham. Alias menganggap yang dia fahami sudah sesuai dengan pikiran atasan, padahal belum tentu.

Nah karena ini cukup sering sekali terjadi, menanggulanginya saya pakai metode review ulang. Jadi setelah sy memberikan briefing/instruksi, saya akan minta karyawan saya untuk mengulanginya dan saya uji dengan beberapa pertanyaan.

2. karyawan tidak percaya, belum terbukti berhasil

Kalau ini paling sering terjadi dengan karyawan yang lebih senior dengan saya.

jd lsg saja contoh kasus:
Bajuyuli punya tukang potong kain, yang sudah punya pengalaman dalam dunia motong kain belasan tahun. kerja dengan Bajuyuli baru 1 tahunan. Ketika masalah terjadi, saya meminta beliau untuk mengganti metode motong kain. Dan sudah saya sarankan metode baru, yg saya dapatkan dari tukang potong berpengalaman juga.

Awalnya dia nurut, melakukan apa yang disepakati bersama. Tapi lama kelamaan balik lagi ke metode lama.

Kesalahan besarnya adalah metode baru tadi tidak ada hasil dan evaluasinya, sang karyawan merasa metode lama lebih berhasil atau sama buruknya dengan metode baru. jadi daripada cape cape berusaha menggunakan metode baru, lebih baik menggunakan metode lama yang sudah biasa. kurang lebih sepeti iru di pikirannya..

Maka feedback dan evaluasi itu penting, berikan dan tunjukkan suatu metode berhasil atau tidak berhasil. Kalau metode baru berhasil dan sang karyawan tahu, kemungkinan besar si karyawan akan mengikuti metode baru.

3. merasa punya metode yang lebih tepat

Ini agak nyambung dengan nomor 2. tapi kalau yang ini biasanya terjadi tanpa mencoba dulu metode baru. Jadi jika datang instruksi dengan metode baru, si karyawan bilang "iya" ke atasan, di belakang tetap melakukan metode lama.

Apakah karyawan yg seperti ini salah? belum tentu.. siapa tau memang metode lama memang berhasil, siapa tau metode baru memang tidak akan berhasil.

Maka solusinya adalah dengan buktikan bahwa metode lama itu tidak lebih baik daripada metode baru. Tunjukkan hasil dan feedback yang jelas dan mudah difahami.

Jika sudah demikian Insya Allah, karyawan akan "nurut".

Tidak ada komentar:
Write komentar