Rabu, 18 Desember 2019

Susahnya Menjadi Pemimpin Perusahaan

setelah 4 tahun berbisnis dengan menelurkan brand Bajuyuli dan Muslimore, banyak sekali suka duka yang saya alami. Post ini saya mau share tentang susahnya jadi pemimpin atau bos, khususnya saat menghadapi karyawan.

Menyesuaikan bahasa

Mayoritas karyawan saya adalah di bawah S1, sepengalaman saya berbicara dengan S1 dan bukan S1 itu berbeda sekali. Banyak istilah-istilah sehari hari yang biasa saya pakai, tidak dimengerti oleh karyawan saya. Seringnya adalah kata kata bahasa Inggris yang biasa saya gunakan sehari hari. Contohnya seperti kata worthed, backup plan, plan, perform, save, leader dan masih banyak lagi.
Kata kata seperti itu karena seringnya saya ucapkan, jadi terkadang sy keluarkan juga ketika bicara atau meeting dengan karyawan. Mereka sih ngangguk ngangguk aja, menunjukkan kalau mereka ngerti.  Padahal tidak. Inilah tantangannya, pemilihan kata yang bisa dimengerti oleh karyawan itu sangat penting sekali. Karena nyatanya kejadian saya sering miskom, karena karyawan tidak mengerti apa keinginan saya

Jadi orang plin plan

Nah belakangan saya sering dicap plin plan oleh karyawan karena terkadang hari ini saya ngomong A besok saya ngomong B. Atau kemarin saya suruh C, besok ganti lagi jadi D. Nah ini sebenernya bukan saya yang plin plan, tapi terkadang ilmu atau inspirasi baru datang setelah keputusan dibuat. Maka daripada perusahaan saya terjerumus ke hal yang lebih salah, ya mending saya rubah instruksinya. Buruknya dimana? buruknya adalah saya jarang mengkomunikasikan alasan saya merubah rencana/instruksi dengan jelas ke karyawan, sehingga karyawan tidak faham arah maksud saya kemana. Hal ini cukup membuat karyawan bingung, dan membuat desas desus negatif tentang kepemimpinan kita sehingga kinerja menurun

Tegang menjelang gajian

Ini mah standar kali ya dialami oleh seluruh bos dimana mana, menjelang gajian saya selalu tegang khawatir gaji anak2 ga kebayar. Banyak faktor yang mungkin terjadi, khususnya hal-hal yang di luar dugaan seperti, tiba2 produk ga laku, tiba tiba gagal produksi masal, dan lain sebagainya. Namun alhamdulillah hal itu belum pernah terjadi sih. Nah menurut mentor saya (pak Budi Rahardjo, PhD.), idealnya kita itu menyimpan cash keras untuk gaji 1 taun kedepan.. Wah ini berat sekali, total gaji karyawan saya setiap bulanan per November 2019 adalah sekitar 100jt, jadi kalau mau save uang keras untuk 1 taun gaji, maka harus simpan sekitar 1.2M. Padahal di rekening perusahaan saya aja blm pernah ada uang sebanyak itu.

==

Ya ini dulu share tentang jadi pemimpin di perusahaan kecil, Insya Allah disambung ke part 2
semoga manfaat, jika ada pertanyaan silahkan bisa japri sy dari halaman about me, atau tulis komentar di bawah ini.

terima kasih

Tidak ada komentar:
Write komentar